Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts
Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts

Saturday, September 7, 2013

Cara Membungkus Bacang (Step by Step)

Bacang merupakan makanan yang banyak digemari oleh orang Asia selain enak rasanya juga praktis untuk dibawa bila kita bepergian, karena didalamnya sudah ada nasi/ketan dengan daging ayam kadang ada juga yang menambahkan jamur.
Hanya cara membungkusnya yang kadang membuat orang enggan untuk membuatnya sendiri. Sebenarnya tidak terlalu sulit, cuma perlu sedikit latihan.

Kali ini saya mencoba untuk membagikan foto-foto saya sewaktu membungkus bacang, mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Membungkus Bacang (Step by step).
Biasanya yang banyak dijual di Asian Supermarket adalah daun bacang yang kering. Daun bacang tersebut perlu digodok sekitar 15 menit supaya memudahkan untuk membungkusnya.
Gunting ujung-ujung daun. Siapkan 2 lembar daun untuk membungkus.

Tekuk sedikit kira-kira 1/3 bagian dari bawah daun sehingga membentuk kerucut.
Masukan beras aron, sambil sedikit ditekan supaya beras mencapai ke ujung kerucut.

Kemudian masukan isinya, lalu masukan kembali berasnya untuk penutup.
Lipat kedua pinggir daun, sambil kecurut yang sudah terisi beras dipertemukan dengan daun bagian atas.

Usahakan untuk membentuk ujungnya lancip dan lipat daun.

Ikat dengan menggunakan benang kasur. Untuk memudahkan mengikat, sebaiknya potong benang kasur beberapa helai dengan ukuran 50 cm, kemudian jadikan satu dan diikat dipegangan kulkas atau kompor.







Friday, January 25, 2013

Farmers Market


Saya suka sekali datang ke Farmers Market, karena barang-barang yang dijual biasanya masih segar dan matang (biasa disebut matang pohon..:)) khususnya di Certified Farmers Market - Para Petani nya yang langsung menjual hasil tanaman mereka.
Memang harganya termasuk sedikit lebih mahal dari harga di supermarket, tapi kualitasnya saya lihat jauh lebih bagus.

Farmers Market.
Ada dijual bermacam-macam buah-buahan, sayuran




Suasana di dalam Farmers Market. Biasanya mereka yang datang ke sini membawa tas belanjaan sendiri untuk mengurangi pemakaian kantong plastik.

Bila Anda ingin melihat suasana Farmers Market, bisa liat di video ini, silahkan klik disini


Dengan latar belakang pegunungan, suasana nya mirip seperti kalau kita belanja sayuran di Puncak..:)

Dijual ayam 'special' dan juga Grass-Fed Beef






Thrift Store (Toko Barang Bekas)

Salah satu Thrift Store di daerah Pasadena,CA
Kotak biru yang berada di pinggir jalan ini adalah tempat penampungan barang-barang bekas yang memudahkan donatur
Mungkin bagi sebagian orang Indonesia belum terbiasa mengunjungi Thrift Store ( Toko Barang Bekas). Karena biasanya barang bekas kita berikan kepada pembantu atau disumbangkan ke panti asuhan. Di Amerika ini banyak juga Thrift Store, karena orang Amerika terbiasa untuk membeli barang baru dan biasanya barang yang lama mereka sumbangkan ke lembaga sosial.
Karena situasi ekonomi Amerika yang lagi kurang baik, sekarang banyak juga orang yang mulai melirik Thrift Store untuk membeli barang-barang keperluan, harganya sangat bersaing hanya sekitar 10 - 25% dari harga toko. Ada juga yang memang sengaja datang ke Thrift Store untuk melihat barang-barang yang termasuk 'Vintage' (antik - barang sekitar tahun 70-an sudah termasuk) dan mereka bisa menjualnya dengan harga cukup mahal di online.

Thrift Store yang saya kunjungi merupakan salah satu bentuk pelayanan sosial dari yayasan dari salah satu gereja di daerah Pasadena. Mereka mendapatkan barang-barang tersebut secara gratis dari para penyumbang. Kemudian yayasan tersebut menyewa ruang toko sehingga peminat dapat melihat barang-barang bekas tersebut secara leluasa.
Keuntungan yang didapat digunakan untuk melayani para tuna wisma atau membina orang-orang yang kurang mampu di daerah Pasadena tersebut.

Saya rasa ide ini cukup baik bila ada yayasan keagamaan di Indonesia yang mau mengikutinya. Mungkin dari hasil penjualan bisa dikembalikan lagi untuk membangun masyarakat sekitar.


Thrift Store (Toko Barang Bekas).
Tampak dari depan. Dijual mulai dari sofa, lemarii, kursi dlsbnya.

Beraneka ragam baju dijual dari lengan pendek,lengan panjang, baju hangat, celana panjang

Baju anak-anak, mainan anak, pajangan, baju pengantin-pun di jual juga..

Karena kami datang bertepatan dengtan perayaan ulang tahun toko tersebut jadi suasana agak meriah dengan hiasan balon, penyanyi di panggung, dan tidak ketinggalan mobil penjual burger...:)





Monday, November 5, 2012

Belajar Bahasa Inggris

Mungkin buat sebagian orang bisa dengan mudah mempelajari bahasa Inggris atau asing. Ada teman yang dulunya tinggal di kota kecil, hanya dengan membaca komik berbahasa Inggris dan tidak pernah les tapi kemampuan bahasa Inggrisnya sangat baik. Tidak demikian dengan saya, dari sejak SMP saya sudah bolak balik les bahasa Inggris he..he..kayaknya masih belum 'nyantel' juga...:)
Waktu pertama kali pindah ke US, saya masih belum 'mudeng' kalau ada orang yang ajak bicara dengan bahasa Inggris. Waktu itu sempet frustasi juga misalnya pergi belanja ke supermarket dan kasirnya ngomongnya cepet sekali he..he..
Hal tersebut menjadi tantangan buat saya untuk belajar lagi bahasa Inggris, ada beberapa cara yang saya lakukan di sini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya, paling tidak yang pasif.

Cara-cara yang pernah saya lakukan adalah :
1. Mengikuti kelas bahasa Inggris (ESL - English as a Second Language) di Adult School . Pertama kali saya mengikuti kelas ESL, saya senang sekali karena gurunya sangat pintar mengajar dan kreatif, jadi tidak membosankan. Dia mengajarkan bahasa Inggris sambil menunjukkan juga bagaimana caranya membuat smoothies (jus buah), atau satu kelas diajak untuk mengunjungi suatu tempat. Ada beberapa level untuk kelas ESL, dari pemula sampai kelas lanjut. Adult School menyediakan berbagai kelas tidak hanya untuk belajar bahasa Inggris, tapi juga  belajar komputer atau belajar untuk mendapatkan sertifikat menjadi perawat di rumah sakit, dlsbnya.
Saya baru mengetahui Adult School yang ada di California. Untuk info lebih lanjut bisa di lihat California Adult School dan Anda bisa juga melihat Daftar Adult School di California.
Biaya mengikuti kelas di Adult School tidak mahal.

2. Mengikuti kelas di salah satu Community College.
Pada waktu itu saya tidak mengambil kelas bahasa Inggris, tapi kelas Food Service (masak) he..he..nekad juga. Saya ingin tahu bagaimana cara memasak makanan Amerika. Tapi dari situ saya banyak kenal dengan orang lain dan 'terpaksa' harus berbicara dalam bahasa Inggris. Walaupun masih terbata-bata tapi mereka maklum karena saya pendatang baru disini. Untung sekali saya mendapatkan guru yang sangat baik. Pelajaran memasak adalah pelajaran yang saya gemari, hal ini membuat saya tidak sadar kalau saya juga belajar bahasa Inggris.
Akhirnya saya juga mengambil beberapa kelas lagi di Community College untuk mengisi waktu senggang dan sambil belajar bahasa Inggris karena bertemu dengan orang yang berbeda dan pelajaran yang berbeda.
Biaya mengikuti kelas di Community College juga tidak terlalu mahal, tergantung pelajaran apa yang diambil dan bobot kreditnya.
Bila Anda tertarik untuk mengikuti kelas di Community College di California, bisa dilihat di Menemukan Community College

3. Dengan berjalannya waktu dan kesibukan bertambah, saya tidak bisa lagi mengikuti kelas baik di Adult School atau Community College. Tapi karena saya merasa saya perlu sekali menambah kemampuan saya belajar bahasa Inggris, saya memutuskan untuk mengambil online class. Saya mendaftar di Englishtown. Saya belajar bahasa Inggris dari rumah secara online. Ada bahan pelajarannya, ada latihannya juga dan yang paling enak saya bisa mengikuti virtual class - saya berbicara dengan gurunya dan teman-teman yang ada di 'kelas' itu secara online. Bisa mengikuti virtual class beberapa kali sehari asal tidak bosan dengan pelajarannya karena dalam satu hari diberikan pelajaran dengan tema yang sama. Di dalam virtual class tersebut saya bisa berkenalan dengan teman dari berbagai negara.

4. Suatu waktu kami memutuskan untuk mengikuti ibadah di salah satu gereja yang berbahasa Inggris. Waktu mau pindah ke gereja tersebut saya sempat ragu apakah saya bisa mengikutinya dan menghayati kotbah dalam bahasa Inggris, karena pada waktu itu untuk mendengarkan kalimat yang panjang seperti kotbah atau seminar masih belum 'mudeng' juga he..he..Jadi yang saya lakukan besoknya atau beberapa hari setelahnya saya lihat website di gereja saya dan saya coba mendengarkan ulang kotbah tsb beberapa kali. Sampai akhirnya saya bisa menangkap apa maksudnya.

5. Saya juga sering masuk ke website ini : Learning American English Online. Banyak sekali video-nya dan GRATIS ..;) Bersyukur sekali ada website seperti ini, sehingga kita bisa belajar bahasa Inggris secara gratis. Pelajaran dan latihan dari tingkat pemula sampai lanjut.

6. Karena saya suka memasak, menjahit dan tertarik dengan masalah kesehatan, hal ini membuat saya banyak juga melihat video di youtube  dan membaca buku-buku berbahasa Inggris yang berhubungan dengan hobi saya .

Setelah 'malang melintang' dalam usaha memperbaiki kemampuan bahasa Inggris, saya mengambil kesimpulan bahwa saya akan lebih cepat menangkap atau mempelajari bahasa tidak hanya dengan teori tetapi menggabungkan dengan hobi atau apa yang menarik buat saya dalam bahasa Inggris, secara otomatis kemampuan bahasa Inggris saya menjadi lebih baik.